082225311000
082225311000
082225311000
2B2A7BA6

Ternyata meremas payudara dapat mencegah kanker payudara

Kamis, Februari 2nd 2017. | Tentang Payudara

Mungkin tak asing lagi di telinga kita bahwa kanker adalah suatu penyakit yang sangat menakutkan. Salah satu jenis payudara ternyata juga dapat menjangkiti wanita dan bahkan menduduki peringkat kedua sebagai perenggut nyawa wanita yakni kanker payudara.

Terlihat jelas dari namanya saja kita tentu tahu bahwa penyakit ini menyerang bagian indah wanita yaitu bagian payudara. Seperti kita ketahui bahwa payudara adalah satu bagian tubuh wanita yang menyimpan sejuta keindahan.

Bak pemburu melihat mangsa yang empuk para pria pun akan terangsang apabila melihat payudara yang indah nan menggugah selera.

Itulah gambaran umum tentang payudara wanita yang ternyata menyimpan sejuta pesona dan perlu dijaga kesehatannya agar tetap indah nan menawan, menjaga kesehatan payudara bukan hanya tugas wanita saja, hal  tersebut tentunya juga merupakan kewajiban bagi pria sebagai suami sekaligus pengayom.

Suami takkan mungkin membiarkan istri tercintanya pergi begitu saja akibat penyakit kanker jenis ini. Meremas payudara dapat mencegah kanker payudara. Hal tersebut sangat mungkin untuk dilakukan oleh seorang pria karena payudara juga dapat memancing peningkatan libido seorang pria.

Kanker Payudara muncul akibat tumbuhnya sel ganas (kanker) yang tumbuh pada jaringan payudara. Sel-sel ini biasanya muncul pada saluran atau lobula di payudara. Sel-sel kanker ini dapat menyebar di antara jaringan atau organ yang ada dan ke bagian tubuh lainnya.

Kanker Payudara merupakan penyebab kematian kedua terbesar bagi wanita saat ini. Di Singapura saja terdapat 1 dari 16 wanita akan terdiagnosa mengidap kanker payudara dalam masa hidupnya. Wanita etnis Cina memiliki resiko lebih tinggi dibandingkan dengan etnis Melayu atau India sekitar 10% hingga 20%. Kasus kanker payudara biasanya terjadi pada masa usia antara umur 55-59 tahun. Resiko terkena kanker payudara akan meningkat seiring bertambahnya usia. Namun kini telah banyak wanita yang telah menyadari bahwa pentingnya pendeteksian kanker payudara sejak dini juga akan sangat meminimalisir resiko yang harus ditanggung wanita dari kanker payudara.

Faktor penyebab terjadinya kanker payudara

Faktor pemicu kanker ini belum dapat diketahui. Namun hal ini bisa ditelusuri dari sejarah keluarga yang mengidap kanker payudara, siklus menstruasi dini, atau kemungkinan faktor resiko lainnya. Karena begitu sulit untuk dipastikan, masing-masing wanita memiliki resiko terkena kanker payudara, khususnya saat kita berusia 40 tahun atau lebih. Walaupun faktor penyebabnya masih tidak diketahui, akan tetapi penyembuhan total sangat dimungkinkan dengan pendeteksian dini melalui pemeriksaan payudara secara berkala.

Untuk pemeriksaan secara berkala tentunya membutuhkan biaya dan tentunya menyita waktu juga.

Bagi yang hanya memiliki sedikit waktu ataupun keterbatasan dana ternyata ada juga metode lain yang dapat digunakan.metode yang saya maksudkan juga termasuk metode yang hampir sangat populer. Metode tersebut adalah dengan metode meremas payudara, tidak disangka aktifitas alami tersebut ternyata merangsang tubuh wanita menghasilkan hormon yang dapat menghambat pertumbuhan sel kanker.

Metode inipun akan sangat membantu jika dilakukan pada saat berhubungan intim karena dengan melakukan metode ini maka orgasme payudara pada wanita tentunya akan dapat tercapai.

Orgasme payudara ini akan tercapai karena pada masa itu karena dengan menyentuh dan meremas payudara maka akan merangsang syaraf-syaraf yang berada pada payudara sehingga orgasme payudara terjadi semakin cepat.

Jika dilakukan dengan rutin, metodde peremasan payudara akan sangat membantu proses penyembuhan kanker payudara manjadi semakin maksimal dan tentunya juga proses pencegahanpun akan sangat optimal dengan melakukan metode ini.

Pada umumnya orang terutama pria mengidentikkan payudara sebagai sarana seksualitas belaka, padahal seperti dijelaskan di atas, meremas payudara secara rutin terbukti mampu menghambat pertumbuhan sel-sel kanker payudara.

Berdasarkan laporan dari sebuah penelitian yang dilakukan di Universitas Berkeley mengkonfirmasikan tentang hal tersebut. Kegiatan meremas payudara menyebabkan sel-sel yang berkembang secara ganas akan kembali ke pola pertumbuhan yang normal. Tentunya meremas payudara juga akan membantu  aliran darah yang mengalir menjadi sangat lancar ke area tersebut.

“Tindakan fisik mempengaruhi tubuh”, demikian ucap Dr Gautham Venugopalan, salah seorang ilmuwan yang terlibat dalam penelitian tersebut. Temuan ini tentu membuka harapan baru bagi wanita penderita kanker payudara.

Selain meremas, belum lama ini juga ditemukan bahwa memberi air ASI atau menyusui bayi juga turut menghambat pertumbuhan kanker payudara. Disebutkan bahwa wanita yang aktif menyusui bayinya selama setahun akan mengalami penurunan risiko menderita kanker payudara sebanyak 50% jika dibandingkan dengan mereka yang tidak menyusui bayinya.

Mengurangi risiko kanker payudara dengan meremas tentu tidak seperti yang ada dalam pikiran. Meremas bisa dilakukan dengan pemijatan mandiri atau yang biasa disingkat Self Care Breast Massage. Metode ini sudah direkomendasikan banyak dokter sebagai salah satu cara pemeriksaan dini kanker payudara.

Pemijatan akan merangsang produksi getah bening dan memperlancar aliran darah menuju payudara sehingga menghambat pertumbuhan sel kanker, cara meremas atau memijat payudara juga bukan hanya sembarangan. Hal tersebut juga ada tehniknya yakni harus dilakukan dengan lembut, tidak terlalu cepat dan tidak kasar.

Kanker payudara adalah salah satu jenis kanker yang ditakuti wanita dan jika tidak diantisipasi sejak dini dapat menimbulkan kematian. Karena itu lakukan pemijatan atau meremas payudara secara rutin untuk menghambat pertumbuhan sel kanker payudara.

Kanker payudara adalah pembunuh berdarah dingin yang selalu mengincar nyawa wanita  sebagai tumbal.

Waspadalah sejak dini.

Artikel lain Ternyata meremas payudara dapat mencegah kanker payudara