082225311000
082225311000
082225311000
2B2A7BA6

Onani Dapat Menganggu Kesehatan Penis

Minggu, Januari 29th 2017. | Tentang Penis

Klgpills.com – Meskipun onani adalah dorongan seksual yang normal dan sehat, dan sering kali hal ini bisa saja menjadi kegiatan rutin bagi setiap kaum pria. Namun sayangnya, kebanyakan pria merasa malu ketika berbicara tentang isu-isu yang bersifat seksual dan bahkan banyak dari mereka (kaum pria) sama sekali tidak menyadari mengenai berapa banyak kerusakan akibat (masturbasi) onani yang mereka lakukan.

Berapa banyak melakukan onani ?

Kebanyakan pria mulai melakukan masturbasi atau onani pada masa remaja ketika mereka berusia sekitar 12-13 tahun dan biasanya melakukan masturbasi sekitar sekali dalam satu atau dua hari. Namun biasanya jumlah tersebut dapat mereka tingkatkan ketika masturbasi sudah mereka anggap sebagai kegiatan harian dan bahkan beberapa pria merasakan kecanduan dengan masturbasi atau onani yang dilakukannya. Idealnya masturbasi atau onani boleh dilakukan sekitar dua atau tiga kali seminggu, namun ketika seorang pria menganggap bahwa masturbasi atau onani sudah menjadi kegiatan rutin setiap harinya, maka hal ini akan menganggu kesehatan penisnya.


Apa dampak buruk yang ditimbulkan?
Beberapa dampak buruk yang akan terjadi pada pria yang sering melakukan masturbasi atau onani adalah sebagai berikut:

  • Iritasi pada kulit penis – Hal ini mungkin bukanlah kejadian yang Anda tidak harapkan. Sering melakukan masturbasi atau onani dapat menyebabkan iritasi pada kulit penis Anda dan membuat penis menjadi merah serta sakit.
  • Kehilangan sensitivitas – Dari waktu ke waktu, penis bisa digunakan untuk kontak konstan dan perhatian masturbasi atau onani, yang berarti dapat mengakibatkan menjadi tidak peka selama berhubungan seksual. Efek lain dari masturbasi yang terlalu sering dapat merusak sel neuron di penis dan akhirnya dapat menyebabkan kenikmatan seksual berkurang.
  • Kulit penis menjadi kering – Terkadang efek dari masturbasi atau onani dapat mengakibatkan kulit penis menjadi kering atau kusut. Hal ini dapat menyebabkan sensitivitas berkurang dan kenikmatan selama berhubungan seksual akan berkurang.
  • Kerusakan uretra – Pria yang menderita kerusakan uretra sering kali mempengaruhi jaringan uretra mereka. Hal ini kemudian dapat menyebabkan kesulitan buang air kecil, serta hal ini dapat menganggu kesuburan sperma.
  • Disfungsi ereksi – Hal ini dapat terjadi karena kapiler di penis menjadi rusak, sedangkan pembuluh darah lain juga mengalami kerusakan, sehingga kerusakan kapiler pada penis ini dapat menyebabkan kesulitan dalam mendapatkan dan mempertahankan ereksi
  • Penis Cacat – Penyakit Peyronie adalah penyakit yang terjadi ketika sering masturbasi dan sering kali mempengaruhi bentuk penis. Penderita penyakit Peyronie sering kali mempunyai bentuk penis yang melengkung atau mengalami pemendekan batang penis.

Efek Lainnya?
Hal lain yang mungkin dapat terjadi bagi pria yang terlalu sering melakukan masturbasi adalah mempengaruhi ketidakseimbangan otaknya. Tujuan dari ejakulasi adalah untuk melepaskan sperma dan DNA agar reproduksi terjadi. Namun, sering melakukan masturbasi atau onani dapat menyebabkan menipisnya bahan kimia inti dan hormon di otak, terutama serotonin, asetilkolin dan dopamin. Deplesi, kondisi seperti ini berarti otak terus memproduksi lebih bahan kimia ini dalam rangka untuk menyeimbangkan tubuh, yang berarti pria yang melakukan masturbasi secara berlebihan akan mempengaruhi perubahan kimia secara parah atau tiba-tiba.

 

Lalu langkah apa yang harus diambil untuk keluar dari permasalahan tersebut?
Pria dapat menghindari masalah kesehatan penis secara umum akibat sering melakukan masturbasi atau onani dengan menggunakan pelumas saat masturbasi, sehingga mengurangi frekuensi masturbasi dan menjadikan kulit lebih lebut saat melakukan masturbasi. Atau mungkin dapat mempergunakan krim sehingga meringankan kulit penis sehingga tidak terjadi iritasi pada kulit penis.

Artikel lain Onani Dapat Menganggu Kesehatan Penis