082225311000
082225311000
082225311000
2B2A7BA6

Menguak Misteri Sistem Reproduksi Pria Yang Kompleks

Sabtu, Januari 28th 2017. | Anatomi Seksual

Berbicara tentang reproduksi tentunya berkaitan dengan organ reproduksi terutama organ reproduksi pria yang sangat kompleks. Berikut akan saya paparkan tentang sistem reproduksi pria yang sangat rumit tersebut.

Berikut ini adalah fungsi sistem reproduksi pria :

  1. Produksi sperma (spermatogenesis)
  2. Produksi hormon-hormon steroid(steroidogenesis), yaitu berupa hormon-hormon androgen (testosteron)
  3. Sistem transportasi sperma dalam sistem reproduksi wanita

Fungsi utama dari sistem reproduksi pria adalah menyalurkan sperma ke saluran reproduksi wanita dalam suatu vehikulum cair yang kondusif untuk viabilitas sperma. Untuk mendukung penyaluran sperma tersebut tentunya di butuhkan cairan sebagai media penyalur, cairan penyalur pembawa sperma itu disebut semen, yang diproduksi dan disekresi oleh kelenjar seks tambahan  glandula asesoria) yang terdiri dari vesikula seminalis, kelenjar prostat dan kelenjar bulbouretralis / kelenjar Cowper.

Semua proses pembentukan gen pada pria tersebut pastinya membutuhkan sebuah organ final yang berguna untuk menyalurkan gen antara pria ke wanita. Organ final tersebut disebut dengan organ kopulasi (Organ yang berguna untuk pemindahan gen pria ke wanita), dan organ kopulasi pada pada ialah penis yang tentunya dimiliki secara kodrati oleh pria.

Kopulasi tentunya harus didahului oleh proses ereksi yang terjadi pada penis, yakni proses dimana terjadi pengerasan penis sehingga dapat melakukan penetrasi ke dalam vagina. Ereksi bisa terjadi karena adanya pembesaran jaringan erektil penis yang diakibatkan oleh vasodilatasi arteriol penis, yang diinduksi oleh saraf parasimpatis serta penekanan pada vena secara mekanis.

Walaupun terlihat seperti hal yang kurang penting namun sebenarnya kualitas ereksi juga sangat berpengaruh terhadap kepuasan wanita, karena tolok ukur keharmonisan rumah tangga juga terletak pada pada kepuasan wanita.

Untuk memperkuat ereksi dan agar ereksi mampu bertahan lama dapat digunakan media pendukung yakni Durevel. Durevel sangat aman digunakan karena terbuat dari bahan herbal alami ditambah lagi Durevel merupakan obat yang tergolong sebagai obat luar jadi kemanannya pun semakin terjamin. Setelah kualitas ereksi telah mencapai angka maksimal, masalah yang perlu diperhatikan berikutnya adalah kualitas sperma yang dihasilkan.

Sperma yang dikeluarkan dari penis pada saat ejakulasi pada awalnya berasal dari testis, kemudian disalurkan menuju ke vas deferens, duktus ejakulatorius dan dikeluarkan melalui saluran uretra.

Sperma juga sangat berpengaruh terhadap kepuasan wanita, karena jumlah sperma yang banyak akan mempengaruhi daya semburan dari sperma tersebut. Sperma yang menyembur dengan kuat dan dalam jumlah yang banyak akan membuat wanita semakin melayang. Menikmati nikmatnya hubungan suami istri.

Untuk meningkatkan jumlah sperma obat yang sangat mujarab adalah Semen Count, Semen Count akan semakin sempurna jika dipadu dengan Semen Booster yang bertujuan untuk mengentalkan dan meningkatkan kualitas sperma.

Untuk memahami alur perjalanan dan kerja sperma dan gen pria simaklah penjelasan di bawah :

Alur Hipotalamus – Pituitari – Gonad (HPG)

Alur Hipotalamus-Pituitari-Gonad (HPG) memiliki andil yang sangat penting yaitu dalam proses berikut:

  1. Pengembangan fenotipe jenis kelamin ketika proses embriogenesis
  2. Maturbasi seksual pada saat pubertas
  3. Fungsi endokrin pada bagian sintesis testosteron dan sperma

Dalam alur reproduksi, ada 2 (dua) golongan hormon yang berperan, yakni hormon peptida juga hormon steroid. Masing-masing dari golongan tersebut mempunyai cara kerja yang tentunya berbeda untuk memberi respon secara biologis. Hormon yang termasuk dalam golongan hormon peptida adalah Luteinizing Hormone (LH) dan Follicle- Stimulating Hormone(FSH), sedangkan hormon yang termasuk hormon steroid adalah testosteron dan estradiol.

Reproduksi agar bisa berjalan normal, tergantung kerjasama dari beberapa hormon, yang regulasinya tentu harus dikendalikan dengan baik. Mekanisme pengendalian itu yang utama adalah dengan pengendalian umpan balik (feedback control), dimana sintesis dan aktifitas hormon tersebut dikendalikan oleh hormon itu sendiri, bahkan juga dapat  mengendalikan hormon lainnya.

Komponen Alur HPG

  1. Hipotalamus

Sebagai pusat dari alur HPG, hipotalamus menerima masukan berupa rangsangan dari pusat-pusat yang ada di otak, yang akan mensekresi hormon yang merangsang atau menghambat pengeluaran hormon-hormon lainnya.

Secara anatomi, hipotalamus terhubung dengan kelenjar pituitari, menyebabkan hormon-hormon dari hipotalamus bisa masuk ke kelenjar pituitari anterior. Hormon yang berperan dalam sistem reproduksi adalah gonadotropin releasing hormone (GnRH) dan luteinizing hormone releasing hormone (LHRH). Fungsi nRH adalah untuk menstimulasi sekresi hormon LH dan FSH dari kelenjar pituitari anterior.

  1. Pituitari Anterior

GnRH merangsang produksi serta pengeluaran hormon FSH dan LH dari dalam kelenjar pituitari anterior. FSH dan LH berperan penting dalam proses regulasi fungsi dari testis. Kedua hormon itu masing-masing mengandung 2 subunit rantai polipeptida, yang disebut dengan subunit alfa dan subinit beta. Subunit alfa untuk semua hormon pituitari anterior adalah identik. Aktifitas biologi ataupun imunologi ditentukan penuh oleh subunit beta. Perbedaan pada transduksi sinyal ditentukan oleh kandungan oligosakarida dan residu asam sialat dalam masing-masing setiap hormon. Regulasi sekresi LH dilakukan oleh androgen dan estrogen dan melalui umpan balik negatif.

Dalam testis, LH merangsang steroidogenesis yang terdapat dalam sel Leydig dengan cara menginduksi konversi kholesterol menjadi pregnenolon dan testosteron.

FSH terikat pada sel-sel Sertoli dan membran spermatogonial dalam testis dan ini juga merupakan stimulator terpenting dari pertumbuhan tubulus seminiferous saat perkembangan. FSH sangat diperlukan pada masa proses inisiasi spermatogenesis pada saat pubertas.

Pada pria dewasa, fungsi FSH yang terpenting adalah untuk merangsang spermatogenesis untuk menghasilkan jumlah sel sperma yang normal.

Hormon prolaktin mempunyai efek pada alur HPG, yakni dapat meningkatkan konsentrasi reseptor LH pada sel-sel Leydig, serta mempertahankan kadar testosteron dalam testis agar tetap selalu normal. Selain itu dapat memperkuat efek androgen pada pertumbuhan serta sekresi kelenjar-kelenjar seks aksesori pada pria.

Kadar prolaktin yang normal sangat diperlukan untuk mempertahankan tingkat libido. Untuk membantu menjaga agar kadar prolaktin tetap stabil dapat menggunakan obat herbal KuatPria 123 karena dalam KuaPria 123 terdapat zat-zat positif yang unik yang dapat membantu menjaga kestabilan libido, KuatPria 123 juga sangat aman dikonsumsi karena 100% terbuat dari bahan herbal alami sehingga akan menjaga konsumen tetap berada pada zona aman pengkonumsian obat.

Hiperprolaktinemia dapat menekan gonadotropin dengan mengganggu pengeluaran GnRH.

  1. Testis

Kesuburan serta kemampuan seksual seorang pria memerlukan hormon-hormon eksokrin dan endokrin dari testis. Semua hormon tersebut berada dalam kontrol alur HPG. Bagian intersisial testis mengandung sel-sel Leydig yang berfungsi pada proses steroidogenesis. Tubulus  seminiferous mempunyai fungsi eksokrin guna memproduksi spermatozoa.

Testosteron diproduksi sekitar 5 g/hari, sekitar 2% berada dalam keadaan bebas tidak terikat, sehingga siap untuk menjalankan fungsinya secara biologik. Sisanya sekitar 3% terikat dengan albumin atau sex hormone-binding globulin (SHBG) di dalam sistem peredaran darah .

Beberapa penyakit juga dapat meningkatkan kadar SHBG, sehingga kadar testosteron bebas menurun. Selain hal itu, peningkatan SHBG dapat juga dipicu oleh adanya peningkatan hormon androgen, growth hormone dan obesitas.

Demikianlah pembahasan tentang alur perjalanan sperma dan beberapa solusi kesehatan jika bermasalah pada titik tertentu. Semoga bermanfaat bagi pembaca.

Artikel lain Menguak Misteri Sistem Reproduksi Pria Yang Kompleks