082225311000
082225311000
082225311000
2B2A7BA6

Masalah Seksual Wanita

Sabtu, Januari 28th 2017. | Anatomi Seksual

Sama seperti pria, masalah seksual pada wanita juga didasari pada keterlambatan atau terlalu cepat seorang wanita dalam menanggapi siklus respon seksual. Masalah seksual wanita disebabakan oleh dua faktor, yaitu faktor fisik (anatomis dan hormonal) dan faktor psikologis. Penelitian menunjukkan bahwa sekitar 66% dari semua wanita memiliki masalah seksual, termasuk kurangnya gairah seksual (33%), kurangnya kepuasan dalam hubungan seksual (20%), nyeri saat penetrasi vagina (15%), masalah dengan gairah, cenderung ke disfungsi seksual (18% sampai 48%), masalah saat mencapai klimaks (46%), dan orgasme kurang optimal (15% sampai 24%).


Berikut ini adalah maslah seksual yang umum terjadi pada wanita:

  • Hasrat seksual yang hypoactive atau ketidaktertarikan melakukan kegiatan seksual.
  • Gangguan gairah seksual wanita. Ketidakmampuan untuk menjadi terangsang, termasuk kurangnya perasaan erotis dan tanda-tanda fisik dari gairah, seperti puting ereksi, pelumasan vagina, dan perubahan aliran darah ke labia, klitoris, dan vagina.
  • Gangguan orgasmik adalah ketidakmampuan untuk mencapai orgasme (klimaks seksual), meskipun sudah mendapat rangsangan seksual yang cukup.
  • Dispareunia adalah nyeri saat berhubungan seksual.
  • Vaginismus adalah gangguan di mana otot-otot sekitar pintu masuk ke vaginanya kejang tak terkendali, membuat penetrasi vagina menjadi menyakitkan dan sangat sulit atau tidak mungkin.

Apa Penyebab Masalah Seksual pada Wanita?


Karena respon seksual sangat kompleks, ada banyak penyebab disfungsi seksual. Faktor lingkungan dapat mengganggu fungsi seksual. Anda mungkin sulit untuk berhubungan seksual jika tidak berada ditempat yang menurut Anda aman, nyaman, dan relaks, dan tidak khawatir mendapat gangguan. Stres, depresi, dan masalah psikologis lainnya juga dapat menyebabkan masalah seksual pada wanita. Selain masalah-masalah psikologis, masalah seksual wanita juga disebabkan oleh beberapa gangguan medis. Kondisi medis yang dapat menyebabkan masalah sekusal antara lain:

  • Tekanan darah tinggi
  • Diabetes
  • Penyakit ginjal
  • Multiple sclerosis atau cedera tulang belakang
  • Penyakit tiroid dan gangguan hormon lainnya
  • Alkoholisme, terlalu sering mengkonsumsi alkohol
  • Efek samping dari terapi radiasi untuk kanker
  • Setiap kondisi lain yang menyebabkan kelelahan dan kelemahan
  • Menopause dini atau penghapusan ovarium

Nyeri selama hubungan seksual (dispareunia) dapat terjadi sebagai akibat dari:

  • Kista pada ovarium yang menyakitkan
  • Nyeri atau kejang otot-otot vagina
  • Infeksi panggul
  • Endometriosis
  • Rahim atau kandung kemih prolaps
  • Pelumasan vagina tidak memadai, yang dapat terjadi saat menopause
  • Lichen sclerosis, gangguan pada kondisi kulit vulva dan vagina
  • Vagina yang abnormal, yang dapat disebabkan karena cacat lahir, tiidak mendapat perawatan setelah melahirkan atau kerusakan akibat radiasi.
  • Kontrasepsi
  • Reaksi alergi, terhadap kondom tertentu atau jeli spermisida atau busa
  • Ketakutan atau kecemasan
  • Kombinasi dari satu atau lebih dari kondisi di atas

Apa Sajakah Gejala Masalah Seksual Pada Wanita?


Gejala-gejala masalah seksual wanita meliputi:

  • Kurangnya gairah seksual atau keinginan untuk berhubungan seksual.
  • Kurangnya tanda-tanda gairah seksual, termasuk pelumasan vagina, ereksi klitoris dan puting, dan pembengkakan labia meskipun rangsangan seksual mencukupi.
  • Ketidakmampuan untuk mencapai orgasme meskipun rangsangan seksual yang mencukupi
    Kejang yang menyakitkan otot-otot sekitar vagina.
  • Nyeri saat penetrasi vagina.
  • Rasa sakit seperti ternakar, baik di vulva dan daerah eksternal vagina, atau jauh di dalam pelvis.

Apa Pengobatan untuk Masalah Seksual pada Wanita?


Dokter mungkin mencoba untuk mengobati kondisi yang mendasari yang mungkin mengganggu fungsi seksual Anda. Sebagai contoh, kekeringan vagina setelah menopause dapat diobati dengan krim lokal estrogen, infeksi dengan antibiotik, dan beberapa kondisi (organ prolaps ke dalam vagina, cacat anatomi, atau perbaikan cacat setelah melahirkan) mungkin memerlukan pembedahan atau operasi. Kontrol yang lebih baik dari diabetes, kondisi tiroid, gangguan ginjal, dan tekanan darah tinggi dapat mengurangi masalah fungsi seksual. Rendahnya dorongan seks setelah menopause dapat diobati dengan kombinasi estrogen oral dan testosteron.

Apakah Masalah Seksual Wanita Dapat Dicegah?


Jika Anda adalah wanita yang memiliki masalah seksual, Anda dapat mencegahnya. Hindari hal-hal yang dapat menyebabkan masalah seksual. Jangan merokok, hindari alkohol, dan hindari penggunaan obat yang dapat mengurangi gairak seksual atau respon seksual Anda. Jaga kondisi medis dan lakukan pemeriksaan rutin terhadap kondisi medis yang mungkin Anda derita. Diskusikan efek samping dari berbagai pengobatan yang Anda ambil. Selalu periksakan kondisi Anda ke dokter jika Anda mulai merasakan gejala sekecil apapun. Masalah yang dapat dideteksi dini, kemungkinan teratasi lebih besar.

Artikel lain Masalah Seksual Wanita