082225311000
082225311000
082225311000
2B2A7BA6

Fungsi Kondom: Mencegah Kehamilan dan Penyebaran Penyakit Seksual

Minggu, Januari 29th 2017. | Tips Dan Trik

Pengendalian kelahiran adalah cara bagi pasangan, pria dan wanita, untuk mencegah kehamilan. Ada banyak metode yang berbeda untuk mencegah kehamilan. Beberapa diantaranya juga sekaligus melindungi terhadap penyakit menular seksual (PMS). Kondom adalah salah satu jenis kontrol kelahiran yang selain mencegah kehamilan juga dapat mencegah penyebaran PMS.
Ada dua jenis kondom, kondom pria dan kondom wanita.


Kondom Pria


Kondom pria adalah penutup tipis yang terbuat dari lateks, plastik, atau membran hewan, yang membungkus penis saat sedang ereksi. Fungsi kondom pria adalah mencegah air mani (cairan yang mengandung sperma) memasuk ke dalam vagina wanita.


Bahan Dasar Kondom Pria

Kebanyakan kondom terbuat dari sejenis karet yang disebut lateks. Kondom lateks adalah kondom yang paling efektif untuk mencegah penyakit menular seksual. Baru-baru ini, kondom yang terbuat dari polyurethane (sejenis plastik) telah tersedia. Ini lebih mahal daripada kondom lateks dan tampaknya lebih mudah pecah. Kondom polyurethane cocok digunakan untuk para pria yang alergi terhadap lateks. Ada juga kondom alami yang terbuat dari membran domba. Kondom membran domba lebih mahal dari kondom lain, tapi memang kualitasnya sangat bagus. Kelemahannya, kondom membran hewan hanya efektif berfungsi mencegah kehamilan, namun tidak melindungi Anda dari berbagai penyakit menular seksual.


Jenis Kondom Pria

Kondom dapat Anda dapatkan dalam berbagai bentuk, ukuran, dan bahan. Berikut adalah beberapa karakteristik yang perlu dipertimbangkan ketika membeli kondom.

  • Ukuran. Anda sebaiknya membeli kondom sesuai dengan ukuran penis Anda. Jangan terlalu besar atau terau sempit. Kondom yang pas untuk penis membuat Anda nyaman saat menggunakannya.
  • Bentuk. Beberapa kondom berbentuk lonjong silinder dengan puting pada ujungnya untuk menahan cairan ketika pria berejakulasi. Ini adalah jenis umum yang beredar dipasaran. Namun, ada jenis lainnya yang ujungnya bulat, bukan berbentuk puting.
  • Ketebalan. Kondom ekstra tebal dapat digunakan untuk anal seks atau untuk Anda yang sering mengalami kerusakan kondom saat berhubungans seks vagina. Selain itu, kondom yang tebal berfungsi mencegah Anda tertular penyakit menular seksual jika pasangan Anda memiliki. Kondom ekstra tipis juga tersedia. Kondom ini berfungsi memberikan sensasi nyata, seperti tanpa kondom saat penetrasi. Namun, kondom ekstra tipis mudah pecah, jadi tidak terlalu dianjurkan.
  • Pelumasan. Banyak produk kondom hadir tanpa pelumasan. Pelumasan ini dapat menjadi zat yang mampu membunuh sperma (spermisida) dan banyak kuman penyebab penyakit. Pelumasan dapat memberikan beberapa perlindungan ekstra untuk mencegah kehamilan, terutama jika kondom pecah. Kelemahannya, kondom yang dilumasi akan mengurangi sensasi kenikmatan saat penetrasi dan tidak direkomdasikan untuk seks oral.
  • Rasa. Kondom ini tujukan untuk pria agar dipakai saat menerima oral seks. Kondom jenis ini tidak dilumasi dan memiliki rasa ringan (biasanya mint).
  • Warna. Kondom datang dalam berbagai warna. Warna kondom tidak mempengaruhi efektifitas kondom.

Kapankah Seorang Pria Harus Menggunakan Kondom?
Bagi pasangan yang tidak ingin hamil, atau sedang menjalankan program KB, sebaiknya Anda sebgai pria menggunakan kondom setiap kali berhubungan seks. Pria juga harus memakai kondom agar terhindar dari berbagai penyakit menular seksual.


Bagaimana Cara Memakai Kondom Pria?

Berhati-hatilah saat membuka pembungkus kondom agar kondom tidak robek. Pakaikan kondom di penis yang telah ereksi sebelum penetrasi vagina atau oral seks dimulai. Jika Anda menggunakan kondom yang tidak memiliki puting di ujungnya, longgarkan kira-kira 1 cm – 1,5 cm di ujung penis, sebagai ruang untuk sperma saat ejakulasi. Jika Anda menggunakan pelumas pada kondom, pastikan untuk hanya menggunakan pelumas berbasis air, seperti KY Jelly.

Pelumas berbahan dasar minyak, seperti Vaseline, minyak pijat, dan body lotion dapat menyebabkan kondom bocor atau pecah. Obat Vagina tertentu yang digunakan untuk mengobati infeksi jamur juga dapat melemahkan kondom. Pelumasan kondom dengan cairan spermisida memang berfungsi mencegah kehamilan dan penyakit menular seksual. Namun, jika terlalu sering di gunakan, spermisida justru dapat meningkatkan risiko HIV dan penyakit menular seksual lainnya karena iritasi vagina dan penis.


Apapun alasannya kondom hanya boleh digunakan sekali pakai. Bahkan, jika Anda belum ejakulasi dan melepas kondom, Anda tidak dapat memakainya lagi. Ini untuk mencegah bakteri dan kuman menular ke organ reproduksi Anda.


Apa yang Menyebabkan Kondom Pecah?

Ada beberapa alasan mengapa kondom akan pecah:

  • Kadaluwarsa. Kondom yang sudah kadaluwarsa akan mudah pecah saat digunakan.
  • Penyimpanan yang tidak semestinya. Kondom lateks akan mudah rusak jika di simpan di tempat (suhu) panas, terutama yang langsung terkena sinar matahari. Simpanlah dikotak khusus. Jangan simpan di laci mobil atau dompet.
  • Tidak cukup pelumasan. Pelumasan tambahan selalu diperlukan untuk anal seks. Ini mungkin juga diperlukan untuk seks vaginal. Pelumas harus larut dalam air, seperti KY jelly.
  • Salah jenis pelumas. Pelumas yang mengandung minyak, seperti Vaseline, minyak bayi, dan minyak sayur, tidak boleh digunakan dengan kondom lateks karena dapat melemahkan karet.
  • Terlalu kecil. Coba ukuran yang lebih besar.
  • Vagina pasangan terlalu sempit. Pelumasan akan memudahkan penetrasi dan mencegah kondom pecah di vagina.

Apa yang Menyebabkan Kondom Terlepas Saat Berhubungan Seks?
Kondom mungkin dapat terlepas saat Anda sedang penetrasi vagina. Mungkin ini disebabkan oleh:

  • Kondom terlalu besar. Cobalah ganti ukuran kondom yang pas untuk Anda.
  • Kehilangan ereksi. Saat Anda kehilangan ereksi, ruang di dalam kondom akan semakin longgar, sehingga akan mudah lepas.

Dimana Saya Bisa Mendapatkan Kondom Pria?
Kondom dapat dibeli di sebagian besar toko obat, apotek, atau minimarket (seperti Ind*m**et, al*am**et, dan minimarket lain). Di Amerika, kondom bahkan dijual di beberapa mesin penjual otomatis di toilet umum.


Apakah Kondom Efektif Mencegah Kehamilan?

Penggunaan kondom sangat efektif mencegah kehamilan. Sekitar 85% pengendalian kelahiran dilakukan dengan kondom.


Apakah Kondom Efektif Mencegah Penyakit Menular Seksual (PMS)?

Kondom lateks memberikan perlindungan dari penyakit menular seksual dengan mencegah daerah yang terinfeksi mengalami kontak langsung dengan pasangan. Kondom poliuretan memberikan perlindungan, meskipun tidak seefektif lateks. Kondom alami atau kulit domba tidak melindungi terhadap penyakit menular seksual karena memiliki lubang atau pori-pori yang lebih besar. Ini memungkinkan partikel kecil, yang dapat menyebabkan beberapa penyakit menular seksual, masuk dan menginfeksi.


Haruskah Spermisida Digunakan saat Pria Memakai Kondom?

Speermisida (kontrasepsi busa) dapat menawarkan perlindungan tambahan terhadap kehamilan dalam kasus kebocoran kondom. Namun, sering menggunakan spermisida dapat mengiritasi jaringan genital dan meningkatkan risiko penyakit menular seksual, termasuk HIV / AIDS.


Apakah Efektif Menggunakan Spermisida Saat Menggunakan Kondom?

Ketika digunakan secara benar, spermisida dan kondom dapat (sekitar 97%) efektif mencegah kehamilan.


Kondom Wanita


Kondom wanita adalah tabung plastik poliuretan yang dilumasi dan memiliki cincin fleksibel di setiap ujungnya. Salah satu ujung tabung ditutup.


Bagaimana Menggunakan Kondom Wanita?

Sebelum aktivitas seksual dimulai, wanita memasukkan kondom ke dalam vagina sehingga ujung tertutup dari tabung menutupi leher rahim, dan ujung lainnya yang terbuka terletak di labia (bibir di luar vagina). Kondom memblokir sperma memasuki rahim. Kondom wanita harus dibuang setelah digunakan.


Dimana Saya Bisa Mendapatkan Kondom Wanita?

Seperti kondom pria, kondom wanita tersedia di toko obat, apotek, dan supermarket atau minimarket.


Apakah Kondom Wanita Efektif Mencegah Kehamilan?

Kondom wanita, sekitar 75% efektif mencegah kehamilan.


Apakah Kondom Wanita Efektif Melindungi AndaTerhadap Penyakit Menular Seksual?

Kondom wanita memberikan perlindungan terhadap penyakit menular seksual, namun kondom pria memberikan perlindungan terbaik jika Anda berhubungan seks. Kondom wanita tidak boleh digunakan bersamaan dengan kondom pria. Gesekan dari kedua kondom bisa mengakibatkan kerusakan produk.

Artikel lain Fungsi Kondom: Mencegah Kehamilan dan Penyebaran Penyakit Seksual