082225311000
082225311000
082225311000
2B2A7BA6

8 Fakta Mengejutkan Tentang Penis Anda!

Minggu, Januari 29th 2017. | Tentang Penis

Penis adalah organ seksual yang utama pada pria. Tahukah Anda, bahwa penis ternyata mempunyai fakta mengejutkan yang mungkin Anda belum mengetahuinya. Berikut adalah 8 fakta mengejutkan tentang penis Anda.


1. Penis Juga Perlu Dilatih


Menurut Tobias Kohler, MD, Penis harus dilatih ereksi setiap hari untuk menjaga bentuk penis. Kohler adalah seorang asisten profesor urologi di Southern Illinois University School of Medicine, Amerika Serikat. Untuk menjaga bentuk penis yang sehat, otot polos penis harus dialiri darah yang kaya oksigen secara berkala untuk membuatnya tegak dan membesar (ereksi).


Jika Anda secara fisik mampu mendapatkan ereksi, tetapi tidak pernah mengalami ereksi selama satu hari karena Anda tidak mendapatkan rangsangan seksual, Anda tidak perlu khawatir. Sebenarnya otak secara otomatis telah melatih penis Anda. Impuls dari otak menyebabkan ereksi selama Anda bermimpi (tidur), yang disebut fase REM. Tidak masalah jika Anda mengalami mimpi seks panas atau mimpi buruk, penis Anda akan tetap ereksi selama periode siklus tidur.

 

Namun beberapa orang secara fisik tidak mampu ereksi selama tidur. Ini dapat disebabkan trauma pada saraf dibagian penis atau karena kerusakan saraf dan pembuluh darah yang disebabkan diabetes.


Jika Anda tidak melatih penis Anda untuk ereksi, penis Anda akan mengalami penyusutan atau ukurannya menjadi kecil hingga 1cm – 2 cm.


2. Penis yang Besar Belum Tentu Memiliki Ereksi yang Besar


Tidak ada hubungan yang konsisten antara ukuran penis saat lembek dengan ukuran penis saat ereksi penuh. Dalam sebuah penelitian, yang meneliti penis 80 pria, menemukan bahwa peningkatan ukuran penis dari lembek menjadi ereksi penuh adalah 1 cm hingga 6 cm. Dari semua pria, ternyata pria yang mempunyai penis besar belum tentu mengalami peningkatan ukuran yang lebih panjang/besar. Bahkan banyak pria yang memiliki ukuran penis lebih kecil, ukurannya menjadi sangat besar, menjadi 5cm – 6 cm lebih panjang/besar.


Sebuah analisis lebih dari ratusan pengukuran penis yang dilakukan oleh peneliti seks Alfred Kinsey menunjukkan bahwa penis yang pendek ketika lembek cenderung akan dua kali lebih panjang/besar dari semula saat ereksi penuh. Ini menunjukkan bahwa ukuran penis yang besar secara normal, belum tentu lebih besar ketika ereksi. Ukuran penis saat ereksi tidak hanya tergantung pada ukuran normalnya(saat lembek), tetapi juga tergantung seberapa banyak darah yang mengalir ke jaringan pada penis. Karena itulah, ukuran penis dapat diperbesar dengan terapi tertentu.


3. Penis Adalah Zona Paling Sensitif Terhadap Rangsangan Seksual


Banyak pria menganggap bagian bawah glans(kepala) penis dan bagian bawah poros adalah bagian yang paling sensitif untuk rangsangan seksual.


Peneliti meminta 81 pria sehat untuk menilai sensitifitas erotis di berbagai daerah tubuh mereka, termasuk di skrotum, anus, puting, dan leher. Ternyata hampir semua pria setuju bahwa bagian paling sensitif untuk dirangsang adalah bagian glans (kepala penis) dan poros penis. Sebagian lain mengatakan sisi atas kepala penis, kiri dan kanan glans, sisi penis, bagian atas poros, dan kulup (untuk minoritas pria yang tidak disunat) adalah bagian paling sensitif. Temuan penelitian ini dilaporkan dalam British Journal of Urology International pada tahun 2009.


4. Sensitivitas Penis Akan Menurun Dengan Bertambahnya Usia


Studi menunjukkan bahwa penis secara bertahap akan kehilangan sensitifitasnya seiring bertambahnya usia pria. Namun, sulit mengatakan berapa banyak penurunan yang terjadi. Ini dikarenakan beragamnya hasil dan cara penelitian untuk mengukur penis.


Secara umum, sensitifitas penis diukur dengan seberapa sensitif seorang pria mampu menanggapi rangsanagan seksual. Proses ini disebut sensorik treshold. Meski berbeda pendapat, para peneliti setuju bahwa sensitifitas penis akan menurun mulai usia 25 tahun dan penurunan tajam akan terjadi pada pria dengan usia 65 tahun hingga 75 tahun.


5. Vibrator Juga Bekerja Pada Penis


Vibrator tidak hanya untuk wanita, tetapi juga bekerja pada penis. Bahkan, getaran vibrator sangat efektif membuat penis ejakulasi. Ini biasa dilakukan terapis untuk melatih pria yang sulit ejakulasi karena cedera tulang belakang. Untuk perawatan, biasanya vibrator ditempelkan di bagian bawah kepala penis, bagian penis yang paling sensitif.


Meski umumnya digunakan untuk mengobati pria karena masalah ejakulasi, vibrator juga dapat Anda gunakan untuk sekedar have fun. Menggunakan vibrator saat foreplay atau onani juga baik untuk menambah kenikmatan seksual.


6. Ukuran Penis Anda Lebih Besar dari yang Anda Lihat


Ukuran Penis Anda sebenarnya dua kali lebih besar dari ukuran yang Anda lihat. Setengah bagian penis tenggelam di dalam tubuh Anda. Ini sama seperi pohon yang memiliki ukuran dua kali lipat jika dihitung dengan akarnya. Anda tidak melihat akar atau pangkal penis Anda yang tertanam dalam pelvis dan menempel pada tulang kemaluan Anda. Jika dilihat dengan MRI, penis yang sedang ereksi akan berbentuk seperti bumerang.


7. Penis Adalah Rumah Bagi Berbagai Komunitas Bakteri


Lance Price, PhD, dan Cindy Liu, PhD, peneliti di Translational Genomics Research Institute, di Flagstaff, Arizona, menggunakan tes genetik untuk mengidentifikasi bakteri yang ditemukan pada penis pria. Studi mereka menunjukkan ada total 42 jenis bakteri yang menghuni kulit penis.
Jenis bakteri bagi pria yang disunat lebih sedikit daripada pada pria yang tidak disunat (masih mempunyai kulup). Penis yang tidak disunat adalah rumah yang nyaman bagi bakteri aerob dan anaerob. Sementara pada penis yang disunat umumnya hanya memiliki sedikit bakteri aerob dan sangat jarang terdapat bakteri anaerob. Bakteri aerob adalah jenis bakteri yang membutuhkan oksigen untuk bertahan hidup, sedangakan bakteri anaerob adalah bakteri yang mampu hidup tanpa oksigen. Lipatan bagian dalam kulup yang merupakan selaput lendir, seperti bagian dalam kelopak mata, adalah bagian yang paling banyak ditemukan berbagai jenis bakteri.


Penelitian Lance dan Prince juga menguatkan bukti bahwa penis yang di sunat dapat menurunkan risiko seorang pria terkena HIV. Satu teori kuat menyatakan bahwa bakteri anaerob dapat mendorong sistem kekebalan tubuh untuk merespon dengan cara yang membuat sel-sel lebih rentan terhadap infeksi HIV.


8. Sebagian Besar Penis Di Dunia Ini Tidak Disunat!


Di seluruh dunia, hanya sekitar 30% dari pria berusia 15 tahun atau lebih tua telah disunat penisnya, menurut laporan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan UNAIDS 2007. Alasan mereka disunat sangat bervariasi, sebagian besar karena kepercayaan dan budaya daerahnya.


Beberapa penelitian menunjukkan bahwa sunat sangat bermanfaat bagi kesehatan. Pria yang penisnya disunat kecil kemungkinan tertular atau menularkan penyakit menular seksual (PMS). Sunat pada penis juga mengurangi risiko kanker penis.


Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa studi telah menunjukkan bahwa pria yang disunat kurang mungkin terinfeksi HIV. WHO dan UNAIDS merekomendasikan sunat bagi pria sebagai pencegahan HIV.

Artikel lain 8 Fakta Mengejutkan Tentang Penis Anda!